weLcOmE tO sMiLe_aNgeL's

notHinG coNnA cHaNgE mY liFe
Keep u'R smiLe 'n u'R sPiriT guyS

Jumat, 04 Januari 2008

pEraN kOmuNikaSi

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kemajuan bidang teknologi informasi dan komunikasi telah menubah cara hidup masyarakat dunia dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Keberadaan dan peran teknologi informasi dan komunikasi disegala sektor kehidupan tanpa sadar telah membawa dunia memasuki era baru globalisasi lebih cepat dari yang dibayangkan semula. Hasilnya, informasi instant dapat deterima dan diikuti masyarakat di penjuru dunia. Dan dalam waktu yang tidak terlalu lama, perubahan yang terjadi pada tingkat global mempengaruhi masyarakat tersebut.Azra,2004:1). Peran informasi dan komunikasi dalam aspek kehidupan sekarang ini sangatlah penting, hal ini bukan tak beralaskan melihat penyebarannya dalam aspek-aspek kehidupan masyarakat. Serta dengan dukungan penuh media komunikasi sebagai akibat atau dampak dari kemajuan teknologi, membuat media komunikasi itu menjadi hal yang penting dalam melakukan hubungan komunikasi, baik antara individu maupun dengan kelompok-kelompok lainnya.
Membahas masalah media komunikasi dalam pekerjaan kantor, sebenarnya yang mnejadi masalah adalah bagaimana dalam berkomunikasi dapat dilakukan seefisien dan seefektif mungkin melalui media komunikasi yang ada. Dalam hal ini media komunikasi dapat dikatakan memiliki peran yang strategis dalam membentuk maupun menyampaikan informasi dalam perkantoran sebab merupakan salah satu alat yang utama bagi tiap anggota organisasi untuk bekerja sama. Dari segi aktifitasnyaatau kegiataannya, kantor mempunyai sifat dinamis dalam arti ada pembagian tugas. Pembagian tugas atau pekerjaan merupakan salah satu asas dalam suatu organisasi. Setiap kantor pada hakikatnya juga berkedudukan sebagai suatu organisasi.
Komunikasi dalam kantor adalah suatu proses penyampaian berita dari suatu pihak kepada pihak yang lain (kepada seseorang kepada orang lain, dari satu unit ke unit lain) yang berlangsung dan terjadi dalam suatu kantor. Komunikasi secara normatif harus berjalan positif agar dapat disebut sebagai komunikasi yang baik. Selain menimbagng feedback, komunikasi juga harus memperhitungkan kemungkinan noise. Komunikasi akan berjalan secara efektif jika tercipta suasana komunikasi yang menguntungkan, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan ditangkap, temanya menggugah perhatian dan minat karena memberi gambaran akan adanya manfaat bagi penerima pesan. Seorang manajer kantor harus dapat berkomunikasi secara efektif dengan semua pegawai kantor baik secara horizontal maupun secara vertical serta diagonal. Komunikasi yang efektif akan menciptakan iklim kerja kantor yang sehat dan terbuka. Hal ini sangat pentin guna meningkatkan kreatifitas dan dedikasi para pagawai kantor. Dalam pekerjaan kantor seseorang dituntut agar dapat melakukan pekerjaannya dengan sangat teliti, yang mana ia harus dapat mengatur waktu dan mencari peluang untuk dapat mencari keuntungan bagi perusahaan dalam hal apapun. Dalam memenuhi tuntutan perusahaan yang demikian besarnya, tidak sedikit perusahaan yang menyediakan fasilitas-fasilitas komunikasi canggih agar para pekerjanya dapat melakukan hubungan komunikasi dalam bertransaksi. Media komunikasi yang beraneka ragam itu tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, namun pada intinya fasilitas komunikasi ini memudahkan kita untuk berkomunikasi. Sehingga kita dituntut agar dapat meningkatkan perkembangan sumber daya manusia seiring dengan semakin cepatnya perkembangan teknologi yang ada. Dengan demikian,perkembangan teknologi tersebut dapat dikelola denagn serius, serta dapat dioptimalkan manfaat dari perkembangan teknologi itu sendiri

pEndiDikAn

Masyarakat Indonesia mengalami perkembangan baik karena faktor internal maupun faktor eksternal. Secara historis masyarakat Indonesia tidak lepas dari kontak eksternal. Frekuensi dan intensitas kontak tersebut berbeda dari tempat yang satu dengan yang lain serta dari waktu ke waktu. Semua ini telah membangun konfigurasi perubahan dan perkembangan masyarakat dan kebudayaan yang bervariasi. Kondisi teresebut menjadi latar belakang fenomena masyarakat kebudayaan Indonesia dan pada gilirannya akan mempengaruhi pola pendidikan yang ada. Hubungan yang sangat erat antara kebudayaan dan pendidikan sangat jelas. Pendidikan merupakan suatu proses memberikan peluang dengan menciptakan lingkungan agar setiap pribadi dan kelompok dapat belajar. Kegiatan belajar tersebut dapat berjalan atau beerlangsung sepanjang hidup setiap pribadi secara sendiri maupun kolektif melalui berbagai forum dan tempat.
Pendidikan digunakan oleh setiap masyarakat untuk mempertahankan kelangsungan hidup masyarakat dan budayanya dengan mengupayakan agar setiap warga masyarakat menjadi pendukung aktif intitusi dan budaya yang bersangkutan.Untuk itu pendidiakn kebudayaan menjadi suatu keharusan agar eksistensi masyarakat terjamin.
Di Indonesia, dahulu para orang tua menuntut anaknya untuk dapat bekerja tanpa mengedepankan pendidikan. Bagi laki-laki yang nantinya akan menjadi tulang punggung keluarga harus mampu menafkahi anak dan istrinya. Sebagai perempuan pun demikian harus melakukan pekerjaan rumah. Dengan adanya pemikiran modern seperti sekarang pemahaman masyarakat sudah mulai berubah. Saat ini masyarakat mulai memikirkan adanya pendidikan. Ini semua terjadi seiring perkembangan budaya yang terjadi. Tanpa pendidikan yang cukup akan sulit mendapatkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Faktor inilah yang medorong manusia untuk belajar.
Dalam konteks kebudayaan, pendidikan merupakan suatu proses pewarisan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat. Secara historis ada masyarakat yang kebudayaannya bersifat lisan dan belum berkembangnya budaya tulis. Dalam kehidupannya untuk berkomunikasi dan berinteraksi wacana lisan sangat mendominasi. Ini sangat berbeda dengan masyarakat berkebudayaan tulisan. Didalam masyarakat berbudaya tulis, sumber belajat selain bertatap muka dalam berinteraksi juga lewat tulisan dan lembaga pendidikan formal. Banyak hasil kebudayaan yang didokumentasikan dalam bentuk tulisan dan menjadi sumber belajarbagi mayarakat budaya tersebut. Dengan adanya catatan-catatan tersebut sehingga kebudayaan yang ada dapat disampaikan pada generasi selanjutnya.
Berbagai penyimpangan yang ada dalam masyarakat misanya membesarnya jumlah pengangguaran, berkembangnya mentalitas jalan pintas, sikap materialistic dan individualistik, dominannya nilai-nilai intrinsic terutama pada golongan muda, pada satu sisi dapat dikaitkan dengan kegagalan praktek pendidikan di Indonesia. Dengan kata lain, pendidikan yang kita laksanakan kurang cocok dengan budaya Indonesia.
Pendidikan merupakan proses yang berlangsung dalam suatu budaya tertentu. Banyak nilai- nilai budaya dan orientasinya yang bisa menghambat dan mendorong pendidikan. Hakikat kebudayaan merupakan keseluruhan kegiatan manusia yang diperoleh dengan belajar yang berupa system gagasan, tindakan dan hasil karya atau hasil cipta, rasa dan karsa manusia. Pendidikan digunakan oleh setiap masyarakat untuk mempertahankan kelangungan hidup masyarakat dan budayanya. Lewat pendidikan keutuhan budaya dan komponen-komponen yang ada bisa dipertahankan dan dikembangkan.